Hadi: Anggota Balakar Harus Sigap dan Tidak Boleh 5L

img

SAMARINDA- Satuan  Polisi Pamong Praja (Satpol PP)    selain mempunyai  tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan suatu  kondisi  daerah  yang  aman dan  tenteram,   sehingga penyelenggaraan  roda  pemerintahan  dapat  berjalan  dengan  lancar, juga memiliki tugas lain yaitu membantu pemerintah dalam penaganan  pemadaman hutan dan lahan (Karhutla). 


Oleh karena itu, guna  meningkatkan pengetahuan dan wawasan anggota Satpol PP  dalam pemadaman Karhutla, Kantor  Satpol PP Provinsi Kaltim menyelenggarakan pelatihan pemadaman Karhutla, yang secara resmi di buka Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, yang digelar di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kamis (14/11/2019).  


Hadi Mulyadi dalam arahannya, sangat bangga terhadap seluruh anggota Balakar , Damkar, PMK, TRC maupun relawan  yang selalu  bekerja keras dalam memadamkan api, baik saat terjadi Karhutla maupun kebakaran  yang terjadi dilingkungan masyarakat, ini pekerjaan yang sangat luar biasa  karena dalam melaksanakan tugas tidak mengenal waktu baik siang  maupun  malam hari.  


“ Selain melaksanakan pemadaman, kiranya juga perlu dilakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran,  dengan edukasi tentu  diharapkan dapat  mengurangi  akan terjadinya kebarakaran khususnya dilingkungan masyarakat,  seperti memperbaiki  kabel listrik yang sering  terjadi korsleting listrik, begitu  juga  dengan kompor, sehingga  kita bisa mencengah  dan memanimalisir bahaya  kebakaran,” tandasnya.  


Hadi Mulyadi juga mengharapkan,  melalui  pelatihan pemadaman Karhutla ini,  seluruh peserta pelatihan  wawasan  dan skilnya dapat bertambah, sehingga apabila terjadi Karhutla maupun kebakaran di lingkungan masyarakat dapat maksimal  melakukan tugasnya dan cepat pula memadamkan api  bila terjadi kebakaran.


“ Yang  terpenting, petugas  pemadam kebakaran harus sigap dan tidak boleh 5 L ( loyo, lunglai, letoi, lesu dan lebay)  tetapi petugas harus siap siaga, apabila ada penggilan  harus siap , jadi anggota pemadam kebakaran matanya tajam, pendengarannya  awas, sehingga kapan dan dimanapun  harus siap melaksanakan tugasnya ,” tegasnya.


Hadi Mulyadi juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan agar dalam melaksanakan tugas, selain bekerja keras, bekerja iklas, selalu  bekerjasama  serta  bekerja  dengan  cinta, dengan demikian pekerjaan yang  berat  bisa menjadi ringan,  dan yang penting  dalam melaksanakan  tugas  harus selalu disertai dengan doa.     


Kepala kantor Satpol PP Provinsi Kaltim di wakili Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Kaltim Rudi Syafriadi dalam laporannya mengatakan maksud  pelaksanaan pelatihan pemadaman kebakaran adalah memberikan pengetahuan tentang penanganan Karhutla  bagi anggota Satpol PP, Damkar, BPBD,  Balakar,  PMK, TRC maupun relawan lainnya  di Provinsi Kaltim. 

“Adapun tujuannya adalah terbentuknya aparat yang profesionalisme di dalam  penanganan pemadaman Karhutla, serta  terciptanya  sinergitas  secera terencana, terarah, terukur  dan terpadu dalam  memanimalisir resiko,  bahaya dan kerugian terjadnya Karhutla,” kata Rudi Syafriadi.(mar/poskotakaltimnews.com)